Artikel
PKBM Cahaya Obor Nusantara Resmikan Kantor Baru dan Sosialisasikan Program PJJ Tahun Ajaran 2026–2027
MALANG – PKBM Cahaya Obor Nusantara terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan nonformal bagi masyarakat. Setelah mencatat capaian lebih dari 100 murid baru pada penerimaan peserta didik tahun ini, PKBM Cahaya Obor Nusantara mempersiapkan langkah baru melalui pengembangan Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya PKBM Cahaya Obor Nusantara menghadirkan layanan pendidikan yang lebih fleksibel dan mampu menjangkau masyarakat dengan berbagai kondisi dan kesibukan.
Salah satu agenda penting yang disiapkan adalah peresmian kantor PKBM Cahaya Obor Nusantara setelah renovasi sekaligus sosialisasi persiapan pelaksanaan Program PJJ Tahun Ajaran 2026–2027.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026, mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Agenda ini menjadi momentum untuk memperkenalkan pengembangan layanan PKBM sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai konsep pembelajaran jarak jauh yang akan dikembangkan.
Pendiri PKBM Cahaya Obor Nusantara, Syaifudin Zuhri, S.Pd., mengatakan bahwa perkembangan kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan yang fleksibel menjadi salah satu alasan penguatan program PJJ.
“Pendidikan harus mampu mengikuti perkembangan zaman dan kondisi peserta didik. PJJ menjadi salah satu ikhtiar kami agar masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu, bekerja, atau berada jauh dari pusat layanan pendidikan tetap memiliki kesempatan untuk belajar,” ujar Syaifudin.
Dari 100+ Murid Baru Menuju Pendidikan Tanpa Batas
Capaian lebih dari 100 murid baru dalam program SPMB PKBM Cahaya Obor Nusantara menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan kesetaraan.
Keberadaan Program Kejar Paket A, B, dan C memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang setara dengan jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA.
Menurut Syaifudin, capaian tersebut bukan sekadar angka, tetapi menjadi tanggung jawab bagi lembaga untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Lebih dari 100 murid baru adalah kepercayaan yang harus kami jawab dengan pelayanan pendidikan yang semakin baik. Karena itu, kami terus melakukan pembenahan, baik dari sisi fasilitas, tenaga pendidik, sistem pembelajaran maupun pemanfaatan teknologi,” jelasnya.
Pengembangan PJJ diharapkan dapat menjadi bagian dari transformasi layanan PKBM Cahaya Obor Nusantara. Pembelajaran nantinya diarahkan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik tanpa menghilangkan kualitas dan tata kelola pendidikan kesetaraan.
Kantor Baru Jadi Pusat Pengembangan Layanan
Peresmian kantor setelah renovasi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kelembagaan PKBM Cahaya Obor Nusantara. Kehadiran ruang layanan yang lebih representatif diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi peserta didik, tutor, orang tua, dan masyarakat yang membutuhkan informasi terkait pendidikan kesetaraan.
Kantor tersebut juga diharapkan menjadi pusat koordinasi berbagai program pendidikan, termasuk persiapan pelaksanaan PJJ.
“Renovasi kantor bukan hanya tentang memperbaiki bangunan. Kami ingin membangun ruang layanan pendidikan yang lebih representatif dan terbuka bagi masyarakat,” kata Syaifudin.
Ia menambahkan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan kedua kepada masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
Melalui kombinasi pembelajaran tatap muka dan pemanfaatan teknologi digital, PKBM Cahaya Obor Nusantara berupaya menghadirkan model pendidikan yang lebih fleksibel.
Menjangkau Masyarakat Lebih Luas
Program PJJ juga diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan PKBM Cahaya Obor Nusantara, khususnya bagi masyarakat yang menghadapi kendala jarak, waktu, pekerjaan, maupun aktivitas keluarga.
Dengan perkembangan teknologi, pembelajaran tidak lagi sepenuhnya bergantung pada ruang kelas fisik. Namun, Syaifudin menegaskan bahwa penerapan teknologi tetap harus diarahkan untuk mendukung kualitas pembelajaran.
“Teknologi bukan tujuan akhir. Teknologi adalah alat untuk memperluas akses pendidikan. Yang paling penting tetap kualitas pembelajaran, pendampingan tutor, kedisiplinan peserta didik, dan keberlanjutan proses pendidikan,” tegasnya.
PKBM Cahaya Obor Nusantara berharap Program PJJ dapat menjadi inovasi layanan pendidikan nonformal yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perubahan zaman.
Dengan peresmian kantor baru dan persiapan Program PJJ Tahun Ajaran 2026–2027, PKBM Cahaya Obor Nusantara menegaskan arah pengembangan lembaga menuju layanan pendidikan yang fleksibel, inklusif, terjangkau, dan berbasis teknologi.
“Melangkah Bersama, Membangun Pendidikan Tanpa Batas.”
*) Oleh: Syaifudin Zuhri, S.Pd.
Pendiri PKBM Cahaya Obor Nusantara
Program tersebut menjadi bagian dari upaya PKBM Cahaya Obor Nusantara menghadirkan layanan pendidikan yang lebih fleksibel dan mampu menjangkau masyarakat dengan berbagai kondisi dan kesibukan.
Salah satu agenda penting yang disiapkan adalah peresmian kantor PKBM Cahaya Obor Nusantara setelah renovasi sekaligus sosialisasi persiapan pelaksanaan Program PJJ Tahun Ajaran 2026–2027.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026, mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Agenda ini menjadi momentum untuk memperkenalkan pengembangan layanan PKBM sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai konsep pembelajaran jarak jauh yang akan dikembangkan.
Pendiri PKBM Cahaya Obor Nusantara, Syaifudin Zuhri, S.Pd., mengatakan bahwa perkembangan kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan yang fleksibel menjadi salah satu alasan penguatan program PJJ.
“Pendidikan harus mampu mengikuti perkembangan zaman dan kondisi peserta didik. PJJ menjadi salah satu ikhtiar kami agar masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu, bekerja, atau berada jauh dari pusat layanan pendidikan tetap memiliki kesempatan untuk belajar,” ujar Syaifudin.
Dari 100+ Murid Baru Menuju Pendidikan Tanpa Batas
Capaian lebih dari 100 murid baru dalam program SPMB PKBM Cahaya Obor Nusantara menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan kesetaraan.
Keberadaan Program Kejar Paket A, B, dan C memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang setara dengan jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA.
Menurut Syaifudin, capaian tersebut bukan sekadar angka, tetapi menjadi tanggung jawab bagi lembaga untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Lebih dari 100 murid baru adalah kepercayaan yang harus kami jawab dengan pelayanan pendidikan yang semakin baik. Karena itu, kami terus melakukan pembenahan, baik dari sisi fasilitas, tenaga pendidik, sistem pembelajaran maupun pemanfaatan teknologi,” jelasnya.
Pengembangan PJJ diharapkan dapat menjadi bagian dari transformasi layanan PKBM Cahaya Obor Nusantara. Pembelajaran nantinya diarahkan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik tanpa menghilangkan kualitas dan tata kelola pendidikan kesetaraan.
Kantor Baru Jadi Pusat Pengembangan Layanan
Peresmian kantor setelah renovasi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kelembagaan PKBM Cahaya Obor Nusantara. Kehadiran ruang layanan yang lebih representatif diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi peserta didik, tutor, orang tua, dan masyarakat yang membutuhkan informasi terkait pendidikan kesetaraan.
Kantor tersebut juga diharapkan menjadi pusat koordinasi berbagai program pendidikan, termasuk persiapan pelaksanaan PJJ.
“Renovasi kantor bukan hanya tentang memperbaiki bangunan. Kami ingin membangun ruang layanan pendidikan yang lebih representatif dan terbuka bagi masyarakat,” kata Syaifudin.
Ia menambahkan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan kedua kepada masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
Melalui kombinasi pembelajaran tatap muka dan pemanfaatan teknologi digital, PKBM Cahaya Obor Nusantara berupaya menghadirkan model pendidikan yang lebih fleksibel.
Menjangkau Masyarakat Lebih Luas
Program PJJ juga diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan PKBM Cahaya Obor Nusantara, khususnya bagi masyarakat yang menghadapi kendala jarak, waktu, pekerjaan, maupun aktivitas keluarga.
Dengan perkembangan teknologi, pembelajaran tidak lagi sepenuhnya bergantung pada ruang kelas fisik. Namun, Syaifudin menegaskan bahwa penerapan teknologi tetap harus diarahkan untuk mendukung kualitas pembelajaran.
“Teknologi bukan tujuan akhir. Teknologi adalah alat untuk memperluas akses pendidikan. Yang paling penting tetap kualitas pembelajaran, pendampingan tutor, kedisiplinan peserta didik, dan keberlanjutan proses pendidikan,” tegasnya.
PKBM Cahaya Obor Nusantara berharap Program PJJ dapat menjadi inovasi layanan pendidikan nonformal yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perubahan zaman.
Dengan peresmian kantor baru dan persiapan Program PJJ Tahun Ajaran 2026–2027, PKBM Cahaya Obor Nusantara menegaskan arah pengembangan lembaga menuju layanan pendidikan yang fleksibel, inklusif, terjangkau, dan berbasis teknologi.
“Melangkah Bersama, Membangun Pendidikan Tanpa Batas.”
*) Oleh: Syaifudin Zuhri, S.Pd.
Pendiri PKBM Cahaya Obor Nusantara